Belajar Tentang Indikator RSI Forex

Indikator momentum yakni indikator yang banyak digunakan oleh trader forex untuk mengukur kapan pasar overbought atau oversold. Seringkali, mereka yaitu merupakan komponen penting dari persenjataan trading forex bagi seorang trader yang hidup dengan pepatah usang, “Beli rendah, jual tinggi”. Relative Strength Index atau RSI adalah salah satu indikator momentum yang paling dan mungkin juga merupakan salah satu yang paling gampang digunakan.

Formula dan Perhitungan Indikator RSI

RSI = 100 – 100 (1 + RS),

RS = Rata-rata laba/Rata-rata kerugian

Untuk lebih menyederhanakan penjelasan dari perhitungannya, RSI akan dipecah menjadi beberapa komponen dasar: RS, Rata-rata Keuntungan, dan Rata-rata Kerugian. Perhitungan RSI ini didasarkan pada 14 masa, yang merupakan standar yang disarankan oleh Wilder dalam bukunya. Sementara itu, kerugian dalam perhitungannya dinyatakan sebagai nilai positif, bukan nilai negatif.

Perhitungan pertama untuk Rata-rata Keuntungan dan Rata-rata kerugian ialah Simple Moving Average dengan masa 14:

Rata-rata Keuntungan Pertama = Jumlah Keuntungan selama 14 kurun terakhir / 14.
Rata-rata Kerugian Pertama = Jumlah kerugian selama 14 kala terakhir / 14
Perhitungan kedua, dan selanjutnya, didasarkan pada rata-rata sebelumnya dan laba serta kerugiaan saat ini:

Rata-rata Keuntungan = [(Rata-rata Keuntungan sebelumnya) x 13 + Keuntungan saat ini] / 14.
Rata-rata Kerugian = [(Rata-rata Kerugian sebelumnya) x 13 + Kerugian dikala ini] / 14

Mengambil nilai sebelumnya ditambah nilai saat iini adalah teknik penghalusan yang seperti dengan perhitungan pada Exponential Moving Average dan Indikator ADX. Ini juga berarti bahwa nilai-nilai RSI menjadi lebih akurat ketika era perhitungannya diperpanjang.

Setting Indikator RSI Terbaik

Periode standar untuk RSI yaitu 14, tetapi angka ini dapat diturunkan demi meningkatkan sensitivitas atau dinaikkan untuk mengurangi sensitivitas. RSI dengan kurun 10 hari lebih memungkinkan untuk mencapai level overbought atau oversold dibandingkan dengan RSI periode 20 hari. Parameter kala standar dari RSI ini juga tergantung pada volatilitas instrumen, meskipun masa parameter ini dianggap sebagai setting indikator RSI terbaik. RSI dengan periode 14 hari pada pasangan mata uang, atau komoditas yang voaltil akan lebih mudah untuk mencapai overbought atau oversold daripada RSI 14 hari pada pasangan mata uang yang kurang volatil.

RSI dianggap overbought dikala di atas 70 dan oversold ketika di bawah 70. Level tradisional ini juga dapat disesuaikan semoga lebih sesuai dengan kebutuhan keamanan atau analitis. Menaikkan overbought ke 80 misalnya, juga akan berarti menurunkan oversold menjadi 20, dan akan mengurangi jumlah kondisi overbought/oversold. Trader jangka pendek terkadang menggunakan RSI dengan kala 2 untuk mencari kondisi overbought di atas 80 dan kondisi oversold di bawah 20.

Cara Membaca Indikator RSI

Overbought-Oversold

Indikator RSI biasa dianggap overbought ketika berada di atas level 70, dan oversold saat berada di bawah level 30, di mana ini yaitu cara termudah untuk membaca indikator RSI. Grafik di bawah ini menunjukkan RSI 14 hari. Grafik ini menampilkan kafetaria harian berwarna abu-abu dengan SMA 1 hari berwarnamerah muda untuk menunjukkan tanda harga penutupan (sebab RSI didasarkan pada harga penutupan). Bergerak dari kiri ke kanan, saham tersebut menjadi berada pada kondisi oversold di akhir Juli, dan menemukan Support di sekitar 44. (1). Perhatikan bahwa bab bawahnya berubah sehabis mengalami oversold. Namun hal ini juga bisa menjadi sebuah proses – di mana harga tidak segera turun setelah mengalami oversold. Dari level oversold, RSI bergerak ke atas 70 pada pertengahan September menjadi overbought. Meskipun terjadi kondisi overbought seperti itu; akan tetapi, tren kenaikan tampak terhenti selama beberapa ahad dan kemudian berlanjut bergerak lebih tinggi. Ada tiga kondisi overbought yang terjadi sebelum saham tersebut kesannya mencapai puncaknya pada bulan Desember. (2). Momentum Oscillator mampu menjadi overbought (oversold) dan akan tetap mirip itu dalam tren naik (turun) yang kuat. Tiga kondisi overbought pertama memperkirakan terjadinya konsolidasi. Keempat kalinya bertepatan dengan titik puncaknya yang signifikan. RSI kemudian berpindah dari overbought menjadi oversold pada Januari. Saham balasannya mencapai titik terendah sekitar 46 beberapa minggu lalu. (3); titik terendah terakhir tidak sesuai dengan kondisi oversold di awal.

Seperti momentum oscillator lainnya, kondisi overbought dan oversold RSI dapat bekerja dengan baik saat harga bergerak sideways dalam sebuah range.

Divergence

Divergence menunjukkan sinyal titik potensial pembalikan harga alasannya momentum arah tidak mengkonfirmasi harga. Bullish Divergence terjadi ketika sebuah sekuritas yang mendasarinya membentuk lower low, dan RSI membentuk higher low. RSI tidak mengkonfirmasi lower low dan ini memberikan sebauh momentum penguatan. Sementara itu, bearish divergence terbentuk ketika suatu sekuritas membentuk higher high dan RSI membentuk lower high. RSI tidak mengkonfirmasi lower low ini dan ini memberikan bahwa momentum melemah. Gambar di bawah ini menunjukkan bearish divergence yang terjadi pada Agustus-Oktober. Harga bergerak ke level tertinggi baru pada September-Oktober, namun RSI membentuk lower high dan membentuk bearish divergence. Rincian berikutnya yang terjadi pada pertengahan Oktober mengkonfirmasi momentum pelemahan.

Sebuah bullish divergence terberntuk semenjak Januari-Maret. Bullish divergence ini terbentuk dengan harga bergerak ke harga terendah gres pada bulan Maret, dan RSI bertahan di atas terendah sebelumnya. RSI mencerminkan lebih sedikit momentum penurunan selama tren turun Februari-Maret. Sementara itu, breakout yang terjadi pada pertengahan Maret menjadi konfirmasi adanya peningkatan momentum. Divergence ini cenderung lebih kuat ketika mereka terbentuk sehabis kondisi overbought atau oversold.

Sebelum menjadi terlalu bersemangat untuk memakai divergence sebagai sinyal trading yang ahli, perlu dicatat bahwa divegence mampu menyesatkan kalau terjadi dalam tren yang besar lengan berkuasa. Tren naik yang berpengaruh mampu memperlihatkan ada lebih banyak divergence bearish sebelum level tertinggi benar-benar terwujud. Sebaliknya, bullish divergence dapat muncul dalam sebuah tren turun yang kuat – namun tren turun berlanjut. Grafik di bawah ini akan memperlihatkan tiga divergence bearish dan tren naik yang berkelanjutan. Bearish divergence ini mungkin telah memperingatkan adanya pembalikan dalam jangka pendek, namun terang di sana tidak ada pembalikan dari tren utamanya.

Cara Menggunakan Indikator RSI Dalam Trading

Swing Rejections

Teknik perdagangan lain meneliti cara memakai indikator RSI dalam trading saat indikator ini kembali bergerak dari area overbought atau oversold. Sinyal ini biasa disebut dengan bullish “rejection swing” dan mempunyai empat bab:

  • RSI naik ke area overboght.
  • RSI memotong kembali ke bawah 70%.
  • RSI membentuk tinggi lainnya tanpa memotong kembali ke area overbought.
  • RSI lalu menembus level terendah gres.

Seperti yang anda lihat pada grafik berikut, indikator RSI telah mengalami oversold, menembus sampai di bawah 30% dan membentuk sebuah rejection low yang memicu sinyal dikala memantul lebih tinggi. Menggunakan RSI dalam trading dengan cara ini sangat seperti dengan menggambarkan garis tren pada grafik harga.

Seperti divergence, ada versi bearish dari sinyal swing rejection yang terlihat seperti pada gambar dalam versi bullish. Bearish swing rejection juga mempunyai empat bab:

  • RSI naik ke area overboght.
  • RSI memotong kembali ke bawah 70%.
  • RSI membentuk tinggi lainnya tanpa memotong kembali ke area overbought.
  • RSI kemudian menembus level terendah baru.

Grafik berikut menggambarkan sinyal bearish swing rejection. Seperti kebanyakan teknik trading lain, sinyal ini akan paling dapat dipercaya dikala sesuai dengan tren jangka panjang yang berlaku. Sinyal bearish dalam tren negatif cenderung menghasilkan sebuah peringatan palsu.

Strategi

Sebuah pembalikan aktual terbentuk dikala indikator RSI menyentuh lower low dan harga membentuk higher low. Lower low ini tidak berada pada level oversold, melainkan di suatu area antara 30 dan 50. Grafik di bawah ini memberikan harga dengan terbentuknya pembalikan aktual pada Juni 2009. Harga menembus resistance beberapa ahad lalu, dan RSI bergerak ke atas 70. Meskipun momentumnya lebih lemah dengan lower low dalam RSI, harga bertahan di atas terendah sebelumnya dan memberikan kekuatan yang mendasarinya. Intinya, price action dalam hal ini mengesampingkan momentum.

Sementara pembalikan negatif yaitu kebalikan dari pembalikan aktual. RSI membentuk higher high, namun harga membentuk lower high. Sekali lagi, higher high ini biasanya terjadi di bawah level overbought atau tepatnya di area 50-70. Grafik di bawah ini menawarkan harga membentuk lower high seiring RSI membentuk higher high. Meskipun RSI menyentuh tertinggi baru dan momentumnya kuat, price action gagal untuk mengkonfirmasi terbentuknya lower high. Pembalikan negatif ini menunjukan break support besar pada akhir Juni dan terjadi sebuah penurunan yang tajam.

Kesimpulan Tentang Indikator RSI Akurat

Beberapa pasar mungkin akan memiliki tren yang sangat kuat pada waktu tertentu, dan bahkan tanpa ada banyak terjadi koreksi. Sebagai indikator yang dianggap akurat, RSI mampu tetap berada di level overbought atau oversold untuk periode waktu yang usang. Dan pada intinya, jangan terlalu banyak untuk membuka posisi jual dikala RSI berada pada kondisi overbought. Ini sebab ada banyak trader yang terbakar, dan menciptakan kesalahan akibat hal ini.

Trader yang paling berpengalaman akan menyesuaikan parameter RSI biar sesuai dengan gaya trading mereka. Beberapa dari mereka yaitu merupakan trader jangka pendek, dan mereka lebih menyukai RSI yang bergerak cepat sehingga mereka akan menyesuaikan kurun RSI ke angka yang lebih rendah seperti misalnya 4. Anda juga dapat menyesuaikan level yang berbeda untuk overbougt dan oversold.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *